temanbaik

Archive for the ‘Personal’ Category

Asha’s Vocab : 22mos

with 2 comments

  • “Maammaaaa…” [manggil Tiwi]
  • “Paappaaaaa…” [manggil Erwin]
  • “Utiiiiiiiii….” [manggil Mama & Ibu]
  • “Atuuunnggg…” [manggil Papa & Bapak]
  • “..aaeeeemmmm…” *intonasi naek [Translate: Dalem; ngejawab kalo' dipanggil "Ashaaa...."]
  • “..Ouuu Abang..” [Translate: Allahu Akbar; kalo' pagi-pagi pas bangun, dan pas Tiwi pulang kerja sambil nunjuk-nunjuk sajadah atau bersikap takbir, menyuruh mama-nya sholat]
  • “…embiiiyyy…ngeng…ngeng…tit..tit…” [ngajak naek mobil]
  • “…iyat…iyat…kungkong…” [ngajak liat kodok di halaman]
  • “…iti…puh…iyat..iyat..” [sambil minta naek ke sofa, nonton Playhouse Disney, Mickey & Friends ama Winnie the Pooh]
  • Beberapa sebutan hewan : muu (untuk sapi), kungkong (untuk kodok), hauuummmm (untuk singa), ajah (untuk gajah), apah (untuk jerapah)
  • “Yaaa…bobo…” [Kalo' ke rumah Uti-nya dan nggak bisa ngebuka pintu rumah mama karena dikunci. Hekekekeke...]
  • Kalimat yang paling panjang yang Asha ucapkan adalah weekend kemarin pas kaki dia kejedut tembok, refleks langsung berucap : “Duh… edut, atit… akal !” *sambil mukul temboknya
    (tau darimana kamu nak tembok itu nakal :p)
    Translate : Aduh… Kejedut, Sakit.. Nakal ! :D

    Love you, Kiddo…

    Written by temanbaik

    July 1, 2008 at 2:11 pm

    Posted in Asha, Personal

    Tagged with , ,

    Namanya : Shiro

    with 3 comments

    Seminggu.
    Waktu yg diberikan oleh Shiro kepada keluargaku untuk memelihara dia.
    Dengan kasih sayang, dengan omelan-omelan (karena dia jarang mau makan dan minum susu), dengan pertengkaran (karena suami yang nggak suka dengan makhluk yang satu itu !)

    Ditemukan mama dengan kondisi sangat mengenaskan…
    Kulit yang terkelupas, ekos yang nyaris putus, daging kaki yang tersayat…
    Langkah jalannya yang gemetar…
    Semalaman merintih, tertindih tong sampah yang penuh dan berkarat. Pekerjaan anak-anak kecil kampung sebelah komplek kami…

    Shiro. Nama yang diberikan mama. Karena kulitnya yang putih. Apalagi, saat sudah dibasuh dengan tissue basah milik Asha. Putih, sempurna.

    Weekend yang lalu, dihabiskan oleh Tiwi dan adik-adik membersihkan lukanya.
    Dengan alkohol, merendamnya bagian kaki dan pantatnya dengan Betadine. Membuat dia meronta-ronta kesakitan sepertinya.
    Kalo’ tiwi bilang, dia menderita alzheimer :D
    Kalo’ pengasuh Asha lebih pintar sepertinya, katanya, mungkin tetanus… Makanya seluruh badannya selalu gemetar…

    Setelah diobati, dia tidur dengan nyenyak di atas karung semen di taman kami yang terik, dan di sore harinya sudah bisa makan dengan lahap. Whiskas, yang dibelikan oleh tanti. “Ada sistem immunitasnya, katanya. Biar Shiro cepat sembuh.” Tidak mau yang lain.
    Bahkan makanan Asha maupun susunya.
    Manja sekali kamu, Shiro…

    Seminggu bersama Shiro, tiwi seakan bisa merasakan perasaan orang tua yang anaknya sedang berjuang di inkubator, atau berjuang di rumah sakit…
    Setiap pulang kantor, rasanya deg-degan jika harus mendengar kabar bahwa Shiro tidak mampu bertahan. Walaupun melihat usaha dia selama ini, kami yakin, dia adalah makhluk kecil yang tangguh.
    Senang rasanya kalau ketika pulang, masih bisa mendengar suaranya. Nyaring. Mencari perhatian…

    Asha pun bisa menandai keberadaan Shiro.
    Jika ditanya, “Sha, meong…meong…”
    Yang biasanya dia membalas dengan : “Pus…pus…”
    sekarang dia akan menyahut, “Shiyyyoooooooo…”

    Siang ini, saat akan pergi makan siang. Ada berita mengejutkan. Shiro meninggal.
    Tadinya tiwi stress, karena dari kemarin persediaan Whiskas dia habis, dan semalam tiwi lupa membelikan. Tiwi takut, dia mati karena kelaparan…
    Tapi kata mama, dia mati dengan cara lain. Keserempet mobil kami. Saat Asha minta main mobil di halaman bersama papanya.
    Shiro meninggal.
    Meninggalkan kami semua… Dengan luka yang masih ada di badan dia, dan luka yang tiba-tiba ada di perasaan kami.

    Selamat jalan, Shiro. Sobat kecil kami yang tangguh.

    Written by temanbaik

    June 5, 2008 at 4:30 pm

    Posted in Daily, Personal

    Tagged with ,

    20-an

    with 3 comments

    Berhubung sudah masuk April, which means counting down to my age changes (again) :p, dan tahun ini rada spesial, karena nggak sekedar pergantian usia, tapi juga “kepala usia” :D , iseng-iseng pengen nge-list pencapaian tiwi di usia kepala “2″ aahhh…

    20 (1998) :
    - Kuliah tahun ke-3

    21 (1999)
    - Kuliah tahun ke-4 (Skripsi)

    22 (2000)
    - Mahasiswa Magang (Skripsi)

    23 (2001)
    - Lulus D3 Teknik Telekomunikasi STT Telkom (Januari 2001)
    - Kerja (resmi) pertama kali (23 Maret 2001) — Webbie
    - Kuliah lagi… :p — S1 Manajemen – FE UI

    24 (2002)
    - Masih kerja (alhamdulillah) — Webbie
    - Masih mahasiswa

    25 (2003)
    - Lulus — S1 Manajemen – FE UI

    26 (2004)
    - Proposed ? :p (Jul, 24)

    27 (2005)
    - Pertama kali ke luar negeri :D (Apr)
    - Lamaran (Juli)
    - Menikah (alhamdulillah, Sept 24)

    28 (2006)
    - Find out my 1st pregnancy (alhamdulillah, Jan 5)
    - Pindah kerja (Februari) — Djongosh :p
    - Pertama kali punya mobil pertama sendiri + suami :D (July) — Genio
    - Pertama kali melahirkan (alhamdulillah, Sept, 2 08.45)
    - Pertama kali punya anak, Ghania Ayesha Prastanto :D
    - Pertama kali ngebangun rumah pertama sendiri + suami (alhamdulillah, December, 26)

    29 (2007)
    - Pertama kali pindahan ke rumah milik sendiri + suami (07 07 07)
    - Pindah kerja lagih :p (December, 10)

    Written by temanbaik

    April 1, 2008 at 9:09 am

    Posted in Personal

    4

    with 9 comments


    (pinjem dulu De, fotonya… :p)

    Tiwi dan sahabat, kaya’nya 2 kata yang nggak terpisahkan…
    Tiwi ada dan bisa seperti ini sekarang, juga karena sahabat-sahabat tiwi selama ini.. Serius !!

    Tapi kebanyakan, Tiwi bersahabat dengan beberapa orang, tidak hanya satuan (SMA doang kaya’nya yg bersahabat sangat akrab dg Dian, tp itu jg dikelilingi banyak orang lg di sekitaran kita) nge-”Geng” kalo’ pake’ bahasa jaman SMA dulu…
    Padahal, tiwi bukan orang yang bagus dalam beradaptasi… Kaya’ gini deh, pindah kantor sekarang ini, tiwi lebih sering makan siang dengan teman kantor lama.. bukan kantor yg baru :D huhuhuhu…

    Untuk saat ini, Tiwi punya sahabat yang bisa dibilang unik !! Kenapa ?
    Dulu SD, persahabatan terjadi karena rumah yang berdekatan.. sering mengerjakan PR bareng…
    SMP, bersahabat karena satu kelas, sering satu kelompok belajar…
    SMA, karena memiliki aktifitas luar sekolah yang sama, sehingga sering pergi dan pulang barengan…
    Lhaa saat kerja kantor gini ?!
    Tiwi bukan orang yg suka hang-out after office hour. Bukan orang yg suka makan siang di tempat-tempat yang ramai… Trus, gimana bisa !?
    Sahabat satu kantor, ada sih… tp itu kan karena memang kita menghabiskan waktu memang lebih banyak dengan mereka ketimbang anak sendiri… Dan biasanya, sahabat-sahabat yg berasal dari kantor, itu didominasi LELAKI !! :D
    Secara salah gaul… Buktinya, tuw ada yang nyangkut 1 jadi suami… Hihihihi…

    Tp persahabatan yang satu ini bener-bener sekumpulan emak-emak (tulen ? mmhh.. nggak kaya’nya..) pekerja..
    Udah emak-emak yang jelas waktunya kurang banget buat ngurusin anak + rumah… masih harus kerja kantoran pula…
    Emang bisa gitu punya waktu buat menjalin persahabatan ?!
    Yaa bisa dunk.. kan ada YM… kan ada BLOG !! :-) )

    Ei, Indry, Tiwi, De… 4 orang emak-emak yang tadinya saling tidak tahu menahu satu sama lain.
    Whuaahh.. pokoknya kalo’ ditanya, gimana kita bisa kenal, bakal jadi jawaban paling aneh yg didapatkan oleh penanya…
    Tiwi kenal De ?! Kenal dari blog. Sering baca-baca doang awalnya. Karena De pernah jadi perhatian komunitas blog pas sakit :D
    Kenal nyata awal, pas Kopdar Nobar TROY di Blok M Plaza. Asli nggak nyangka nemuin yang namanya Retno (meski gak ngarepin ketemu cewek bersanggul, tetep ajah disangkain bakal harus ngadepin cewek yg kemayu bgt !) tp preman ;) )
    (dibahas di postingan laen ajah yaa nanti.. rada unik soalnya ceritanya…)
    Kenal Indry ?! Lebih nggak banget deh prosesnya… Kenal dari De. Gara-gara cots bayi… Hekekekeke…
    Ketemu pertama, di belakang Balai Kartini. Di pinggir jalan. Jam 6.30 pagi !! Cuma 5 menit…
    Nggak banget kan ?!
    Kenal Ei, lupa tepatnya gimana. Tp awalnya jelas melalui window YM. Ngebahas banyak hal sampe’ seakan udah kenal lama bgt !
    Ketemu pertama kali pas ditraktir De di Buffet Plangi. Ketemu awal yang lengkap dari persahabatan yang unik ini…
    De kenal Indry karena sempet tandem di kantor lama. Indry kenal Ei, karena dikasih tau kalo’ ada temen sekantornya yg juga blogger. Katanya sih sering ketemu di jembatan penyebrangan. Hakakakkak.. Gak gaul ah kalian mah..
    Tiwi kenal mereka ?! Asli itu mah karena BLOG =))

    Kami tambah dekat karena peristiwa mengalami hamil yang hampir berbarengan. De dengan Tiwi, beda 2 minggu. Tiwi ke Ei sekitar 6 minggu. Ei ke Indry yg lumayan lama, sekitar 3 bulan…
    Tp yg namanya hamil dan membesarkan bayi, pastinya membuat emak-emak (apalagi buat Tiwi dan Ei yg bener-bener baru jadi emak, dan De yg sempet lupa caranya ngebesarin bayi :D ) jadi tambah aktif bertukar info. Window YM jadi mediator… Posting di blog jadi ajang tukar info…

    Kocaknya, kami berempat bekerja di industri yang benar-benar sama, bidang pekerjaan yg hampir sama. Tukang develop…
    Hanya beda merek. De, Ei dan Indry berasal dr merek yg sama sebenarnya. Tetapi seiring perjalanan waktu, sekarang kami benar-benar berasal dari merek yang berbeda. Kerjanya mah tetep… gak jauh-jauh dari SOP dan timeline.
    Tapi jangan berharap kami mau membahas pekerjaan jika janjian menghabiskan ladies time (Jum’atan dunk…) yaa… Pembicaraan utama pastinya tentang anak dong…
    Dengan rentang usia anak yang gak begitu jauh, jadwal imunisasi mereka dijamin nggak bakal terlewat, karena kami hampir setiap hari saling menyapa. 2 minggu setelah Fayra imunisasi, itu pasti jadwalnya Asha dunk… Nggak lama lagi, seharusnya Keisha. Lalu Uhung :D (nah… elu gak boleh lupa artinya kan, De ?!)Tentang tempat-tempat rekreasi keluarga, tentang makanan kesukaan, dll. Pokoknya tentang anak-anak kami deh… (suami dilarang protes !! :p)

    Atau, biasanya juga ngebahas lingkungan kantor. Tp biasanya topik yg satu ini bikin dunia terasa semakin sempit. Seperti yang terjadi di pertemuan terakhir kemarin, baru ditemukan fakta baru bahwa EMAK tiwi di kantor adalah teman kuliah Ei, dan juga kolega De dan Indry sewaktu memegang suatu project kantor. EMAK itu juga temen satu angkatan suami De dan suami Ei di kampus.
    See !? Sempit bgt kan ?! Nggak tau deh, siapa lagi yg bakal dipersempit dunianya di pertemuan mendatang.

    Kami nggak tau sampai kapan persahabatan ini akan bisa bertahan seperti ini. Tetapi sepertinya, selama Yahoo! masih menyediakan YM!-nya secara gratis dan nafsu menulis kami masih HOT, kami akan tetap dekat seperti ini. O iya, kan ada SMS juga… dan pulsa telepon :p
    Insya Allah… mungkin sampai kami saling bertukar info tentang cucu-cucu kami ?! Who knows just add us on YM, then you’ll find out whether we’re still keeping in touch or not, via our STATUS =))

    Ei, De, Ndry : pulang woiiii, inget anak… :p

    Written by temanbaik

    January 29, 2008 at 10:38 pm

    Posted in Personal

    Tagged with ,

    Loser…

    with 2 comments

    Kalau seorang prajurit.. berperang..
    Perang yang benar-benar alot.
    Memaksa semua prajurit mengeluarkan energi terbesarnya,
    Memaksa komandan merencanakan kemampuan strategi terhebatnya…

    Hingga salah satu prajurit atau komandan memilih pulang sebelum perang selesai…
    Apa panggilan yang pantas untuknya ?

    Berjuang hingga akhir, prajurit…
    Kalaupun tidak gugur sebagai pahlawan,
    atau pulang sebagai pemenang,
    mereka akan tetap mengenangmu sebagai prajurit saat engkau pulang…
    Bukan seorang pelarian…

    Most of all, for me, a gentleman always finishes what he has started.

    PS: Thank you anyway… for everything

    Written by temanbaik

    August 14, 2007 at 2:17 pm

    Posted in A Thought

    31 !!

    with 3 comments

    Duluuu.. sebelum menikah, tp pas sudah menyadari bahwa mama & papa itu bukan adik-kakak, aku terkagum-kagum banget, melihat mereka bisa awet berduaan terus segitu lamanya, tanpa pernah bertengkar sekalipun, tanpa pernah terlihat bahwa mereka adalah individu yg berbeda…
    Selalu kaya’ orang yg addicted to each other in every single time… Satu ngilang, yg lain bakal kaya’ raga tanpa jiwa… kosong…
    Hihihhi, hiperbolis yah ?! But that’s them !!

    Setelah menikah, perasaan kagum itu makin bertambah-tambah… Baru mau menginjak 2 tahun, masih banyak sekali sepertinya perbedaan yang perlu dikompromikan antara aku & erwin. Kalo’ ngobrol sama mama sih… Katanya mereka dulu jg gitu…
    Mudah-mudahan yaa…

    31 tahun all together. Lahir anak, anak besar, ditinggal anak sekolah, deg-degan anak ujian, anak lulus, deg-degan anak rekrutasi, dan sekarang, alhamdulillah, anak-anaknya sudah settle semua. Seperti apa yaa rasanya ?
    Ritmenya masih tetap sama… Bermesraan di depan kami, bercanda hangat bersama…
    Layaknya 2 sahabat yang benar-benar tergantung satu sama lain.

    Kita akan seperti mereka terus kan, mas ?!

    Written by temanbaik

    July 11, 2007 at 10:51 am

    Posted in Personal

    Things Happen in Life

    without comments

    07 07 07 – Officially moved to our own new home…

    05 07 07 Asha pertama kali kedeteksi benar-benar anak Jawa. Suka jamu !! Gee… superb, kiddo !!

    Alhamdulillah…

    Written by temanbaik

    July 10, 2007 at 11:06 am

    Posted in Daily, Personal

    no title #2

    without comments

    is this the kind of life i really want ?!

    or

    is this the kind of life YOU really want for me ?!

    i think the answer would be “NO” for both.

    the must be a mistake here.

    and i have known that, actually.

    gosh.

    Written by temanbaik

    June 10, 2007 at 7:47 pm

    Posted in A Thought, Personal

    (no title) #1

    with one comment

    Aku memang belum pernah, dalam pekerjaan, secara struktural menjabat menjadi seseorang yg membawahi orang lain.

    Tapi aku tahu pasti, bahwa kita dididik untuk menghormati seseorang yang lebih tua… Kalau tidak bisa secara sikap, paling tidak lewat pemilihan kata-kata yang digunakan untuk berkomunikasi dengannya.

    Iya kan ?

    Written by temanbaik

    April 16, 2007 at 4:52 pm

    Posted in Personal

    Aku Berubah, ya ?

    with 4 comments

    “Kamu berubah… jadi lebih kasar sejak pindah kantor. Sepertinya, bener-bener harus cepat resign nih…”

    Kaget, jujur. Kenapa kata-kata itu bisa keluar dari seorang Erwin ?

    Sebagai suami, Erwin jarang sekali protes tentang yang berkenaan dengan pribadi Tiwi. Lhaa wong dia ngejar-ngejar aku karena kepribadiannya kok… iyah kan mas ?! (sadar diri gak mungkin karena fisik soalnyah =)) )

    Kecuali, masalah keseharian seperti mandi, masak, dll. Hehehe… iyaa, kebiasaan jadi anak yang jarang keluar rumah, buat Tiwi, mandi tercepat itu nanti, sewaktu harus sholat Dzuhur. Kalo’ untuk Erwin, mandi pagi itu yaa bener-bener pagi. Setelah bangun tidur. Kalau bisa, sebelum sholat Subuh. Iiihhh… kan masih dingin mas… Ntar juga keringetan lagi pastinya… :p

    Tiwi berubah yaa ?

    Sepertinya Tiwi memang jarang melakukan interospeksi lagi akhir-akhir ini. Bukan… bukan karena ada Asha. Tiwi nggak mau anak semanis itu dijadikan alasan. Kalaupun Tiwi mau, seharusnya setelah Asha tidur, Tiwi bisa melakukan hal itu, kan ?!

    Tapi sepertinya, setiap malam tuh yang Tiwi pengen cuma cepat tidur juga, dan berharap semua hari itu adalah hari Sabtu atau Minggu. Sehingga Tiwi tidak harus menghadapi kondisi kerja sangat…sangat…sangat melelahkan.

    Perusahaan Tiwi yang sekarang adalah perusahaan baru. Benar-benar baru berdiri. Segalanya serba gonjang-ganjing. Hanya yang bermental keras dan ber-pribadi yang keras, yang bisa bertahan sepertinya. Dimana pisuhan dan pressure tingkat tinggi adalah sesuatu yang berlaku setiap harinya. Orang-orangnya juga kebanyakan orang-orang baru yang dituntut harus mampu belajar secara cepat, tapi tentu harus tepat. Termasuk belajar beradaptasi. Tidak seperti kantor lama yang kebanyakan berasal dari lingkungan sama, yaitu STT Telkom, sehingga “bahasa batin” sepertinya juga bisa berlaku di sana.

    Tiwi tidak hendak menyalahkan lingkungan dengan menulis ini semua. Toh atasanku juga pernah menyatakan merasakan hal yang sama. Tidak ada yang salah di sini…

    Tiwi cuma sedang berusaha mengingatkan diri sendiri. Bahwa pribadi yang baik itu adalah pribadi yang dapat cepat membaur dengan lingkungan barunya, tetapi tetap berusaha untuk tidak lebur.

    Tiwi seharusnya bisa dengan lincah menjadi bagian dari lingkungan yang sekarang ini, tetapi tidak lantas ikut-ikutan berubah menjadi “kasar” seperti kebanyakan.

    Sepertinya, Tiwi juga mulai dituntut untuk benar-benar profesional. Memisahkan kehidupan kerja di kantor, dengan kondisi yang dibutuhkan di rumah. Seperti yang berlaku sebelumnya…

    Setelah kembali membaca-baca postingan di blog lama, jujur, Tiwi seperti tidak mengenal diri yang sekarang. Dari gaya tulisannya, Tiwi dulu adalah orang yang bisa selalu mengambil hikmah dari peristiwa di sekeliling, mengolahnya, dan membaginya dengan cara yang menyenangkan. Dengan sangat keras berusaha pun, sepertinya hingga tulisan ini dibuat, Tiwi tetap belum bisa menemukan “gaya” itu kembali.

    Well, looks like I miss the environment where people can still smile and laugh very much ! I miss those day, guys. This is the price I should pay for what the benefits i get, maybe…

    Sam, sorry for the things I’ve done. Thank you for keep being my bestfriend. Teman yang selalu berani mengkritik jika memang ada yang kurang benar dalam laku dan kata. Introspeksi bareng yuk…

    Love you, hun… :-*

    PS :
    Jadi kapan aku boleh beneran resign ?? ;) )

    Written by temanbaik

    March 9, 2007 at 1:49 pm

    Posted in Daily, Personal