temanbaik

Archive for June 2008

Beri saja contoh…

without comments

– Kebanggaan apalagi yang bisa dirasakan oleh orang tua, selain apa yang mereka lakukan selama ini, ditiru dengan baik oleh anak-anaknya… :-)

Tadi pagi, setelah bangun tidur, seperti biasa Asha bermanja-manja dulu dengan merangkul gulingnya.
*Momen seperti ini yang biasanya membuat hari ingin cepat dilalui.. :D *
Setelah dirasa puas dan “nyawanya” sudah kumpul semua, diapun beranjak. Mendekati pinggi tempat tidur…
Duduk dengan kaki terjulur ke depan, Meraih ujung kakinya dan melepas kaus kaki dengan menariknya. Lucu sekali tampangnya saat berhasil melepasnya. Puas. Bangga. (iyaa.. Asha masih kami pakaikan kaus kaki saat tidur. Takut kakinya kedinginan :-) )

Biasanya, setelah prosesi itu, kedua kaus kakinya akan diberikan ke Tiwi.
Tapi tadi pagi tidak.
Dia langsung turun dari tempat tidur. Berjalan ke arah pintu. Dan menaruh kaus kaki itu di tempat cucian kotor yang memang kami tempatkan di ujung kamar.
Seperti yang biasanya setiap pagi Tiwi atau Erwin lakukan dengan kaus kaki bekas pakainya…

BRAVOWell done, kiddo… We’re really proud of you… :-)

Moral : Hayoo para orang tua… selalu berikan contoh yang baik kepada anak-anakmu, kalo’ memang menginginkan mereka menjadi pribadi-pribadi yang baik… :-)

Written by temanbaik

June 19, 2008 at 10:18 am

Posted in Asha, Family

Tagged with , ,

Namanya : Shiro

with 3 comments

Seminggu.
Waktu yg diberikan oleh Shiro kepada keluargaku untuk memelihara dia.
Dengan kasih sayang, dengan omelan-omelan (karena dia jarang mau makan dan minum susu), dengan pertengkaran (karena suami yang nggak suka dengan makhluk yang satu itu !)

Ditemukan mama dengan kondisi sangat mengenaskan…
Kulit yang terkelupas, ekos yang nyaris putus, daging kaki yang tersayat…
Langkah jalannya yang gemetar…
Semalaman merintih, tertindih tong sampah yang penuh dan berkarat. Pekerjaan anak-anak kecil kampung sebelah komplek kami…

Shiro. Nama yang diberikan mama. Karena kulitnya yang putih. Apalagi, saat sudah dibasuh dengan tissue basah milik Asha. Putih, sempurna.

Weekend yang lalu, dihabiskan oleh Tiwi dan adik-adik membersihkan lukanya.
Dengan alkohol, merendamnya bagian kaki dan pantatnya dengan Betadine. Membuat dia meronta-ronta kesakitan sepertinya.
Kalo’ tiwi bilang, dia menderita alzheimer :D
Kalo’ pengasuh Asha lebih pintar sepertinya, katanya, mungkin tetanus… Makanya seluruh badannya selalu gemetar…

Setelah diobati, dia tidur dengan nyenyak di atas karung semen di taman kami yang terik, dan di sore harinya sudah bisa makan dengan lahap. Whiskas, yang dibelikan oleh tanti. “Ada sistem immunitasnya, katanya. Biar Shiro cepat sembuh.” Tidak mau yang lain.
Bahkan makanan Asha maupun susunya.
Manja sekali kamu, Shiro…

Seminggu bersama Shiro, tiwi seakan bisa merasakan perasaan orang tua yang anaknya sedang berjuang di inkubator, atau berjuang di rumah sakit…
Setiap pulang kantor, rasanya deg-degan jika harus mendengar kabar bahwa Shiro tidak mampu bertahan. Walaupun melihat usaha dia selama ini, kami yakin, dia adalah makhluk kecil yang tangguh.
Senang rasanya kalau ketika pulang, masih bisa mendengar suaranya. Nyaring. Mencari perhatian…

Asha pun bisa menandai keberadaan Shiro.
Jika ditanya, “Sha, meong…meong…”
Yang biasanya dia membalas dengan : “Pus…pus…”
sekarang dia akan menyahut, “Shiyyyoooooooo…”

Siang ini, saat akan pergi makan siang. Ada berita mengejutkan. Shiro meninggal.
Tadinya tiwi stress, karena dari kemarin persediaan Whiskas dia habis, dan semalam tiwi lupa membelikan. Tiwi takut, dia mati karena kelaparan…
Tapi kata mama, dia mati dengan cara lain. Keserempet mobil kami. Saat Asha minta main mobil di halaman bersama papanya.
Shiro meninggal.
Meninggalkan kami semua… Dengan luka yang masih ada di badan dia, dan luka yang tiba-tiba ada di perasaan kami.

Selamat jalan, Shiro. Sobat kecil kami yang tangguh.

Written by temanbaik

June 5, 2008 at 4:30 pm

Posted in Daily, Personal

Tagged with ,